.

.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label MUI PELALAWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUI PELALAWAN. Tampilkan semua postingan

MUI Ajak Elemen Masyarakat Muslim Tingkatkan Pengetahuan Keagamaan

Written By MUI Kab. Pelalawan on Jumat, 13 Maret 2015 | 00.49

Hingga saat ini, masih dangkalnya pemahaman dan pengetahuan ilmu keagamaan sekelompok kaum merupakan faktor penyebab munculnya sifat fanatik secara adat maupun kesukuan. Pasalnya, dengan sifat fanatik tersebut maka pengkotak-kotakan kelompok yang menyebabkan timbulnya perpecahan antar sesama ummat muslim akan terus terjadi.

"Ya, kondisi saat ini dikabupaten Pelalawan banyak telah terjadi pengkotak-kotakan suatu kelompok yang menyebabkan timbulnya
perpecahan ummat. Untuk itu, memasuki bulan yang serba baik ini yakni bulan ramadan 1435 H, MUI mengajak elemen masyarakat muslim untuk meningkatkan ilmu pemahaman keagamaan melalui syiar ramadan maupun kegiatan keagamaan lainnya," terang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pelalawan Iswadi M Yazid pada media ini, Kamis (27/6).

Iswadi mengatakan bahwa di Kabupaten Pelalawan sifat fanatik telah menjadi trend sehingga perpecahan ummat pun semakin bertambah besar. Karena itu, selama pelaksanaan ibadah bulan suci ramadan 1435 H nantinya, pihaknya akan menggelar kegiatan kajian agama ke Masjid dan Mushalla di 12 kecamatan yang ada di daerah ini untuk memberikan pemahaman keagamaan yang lebih terperinci kepada ummat muslim dikabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci.

"Kegiatan ini kita lakukan untuk memberikan pemahaman keagamaan kepada ummat muslim secara mendalam tentang bahayanya sifat fanatik yang mengklaim bahwa segala sesuatu kebenaran itu hanya datang pada diri dan kelompoknya, sehingga orang lain atau kelompok lain selalu dipandang salah. Jadi, dengan kajian yang kita buka nantinya selama pelaksanaan ramadhan untuk saling tanya-jawab, maka insya Allah kita harapkan akan membuka pemikiran masyarakat muslim bahwa sesungguhnya ummat muslim ini adalah bersaudara," ujarnya.

Selain memberikan pemahaman tentang bahayanya sifat fanatik, sambungnya, kegiatan kajian ini nantinya, juga dilakukan pihaknya guna mengetahui permasalahan - permasalahan yang berkembang dikabupaten Pelalawan ini. Karena itu, ke depannya MUI akan membuka kajian agama secara kontemporer serta berkelanjutan di setiap masjid dan mushalla di tiap kecamatan terkait berbagai permasalahan yang berkembang di Pelalawan.

"Dengan demikian, maka insya Allah segala masalah di Negeri Bono ini akan dapat dicarikan solusinya melalui kajian yang bersumber pada al-qur'an maupun ilmu keagamaan, sehingga kabupaten yang bermotto Tuah Negeri Seiya Sekata ini selalu akan mendapat berkah dari sang khalik," tutupnya.

Selebaran Gelap, MUI Pelalawan Minta Masyarakat Jangan Terprofokasi

Selebaran Gelap, MUI Pelalawan Minta Masyarakat Jangan Terprofokasi
Ketua MUI Kabupaten Pelalawan, H Iswadi Lc saat menunjukan
selebaran gelap yang hebohkan warga Pangkalan Kerinci, Minggu (9/3/2014)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi adanya selebaran gelap yang menghebohkan warga. Selebaran berjudul 'Jangan Aku Tertipu Tuhanku' beberapa hari terakhir telah menghebohkan warga Pangkalan Kerinci.

"Isi dalam kopian selebaran yang berbentuk buku tersebut sangat sesat dan sangat memojokkan. Saya sudah baca semua, saya harap warga yang mendapat selebaran ini tetap waspada dan tidak mudah percaya yang akan merusak aqidah,"ungkap Ketua MUI Kabupaten Pelalawan, H Iswadi Lc, Minggu (9/3/2014)

Dikatakan Iswadi, apa yang disampaikan dalam isi selebaran kopian tersebut sangat memprovokasi serta memojokkan. Tentunya hal ini harus disikapi dengan arif dan bijak.

"Apa yang disampaikan merupakan ajaran sesat. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan selebaran dan lembaran-lembaran tersebut,"katanya.

Dijelaskan Iswadi, saat ini kerukunan ummat beragama di Kabupaten Pelalawan cukup terbina dengan baik. Dirinya berharap, dengan adanya selebaran gelap tersebut jangan sampai kerukunan umat beragama terpecah belah.

"Kabupaten Pelalawan masyarakatnya majemuk, berasal dari agama suku adat istiadat yang berbeda-beda, sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah-belah masyarakat. Apalagi saat ini akan memasuki pemilu legislatif, tentunya suasana damai dan kerukunan harus tetap dijaga,"tandasnya.

Terkait hal tersebut, sejumlah warga mengaku tidak tahu siapa yang menyebarkan lembaran kopian tersebut. Warga mengaku jika selebaran tersebut sudah ada didepan pintu rumah mereka.

MUI Pelalawan Ajak Masyarakat Berdoa untuk Palestina

Hasil gambar untuk save palestineMajelis Ulama Indinesia (MUI) kabupaten Pelalawan mengajak seluruh umat Islam di Indonesia khususnya kabupaten Pelalawan untuk mengirimkan dan menghimpun doa bagi umat Islam di Gaza Palestina karena kekejaman kaum kafir Israel.

"Ya, kami mengajak dan berharap agar seluruh umat Islam di Indonesia khususnya kabupaten Pelalawan dapat mendoakan saudara-saudara kita yang telah wafat di Gaza Palestina, karena kekejaman zionis Israel. Dan semoga Allah dapat memberikan tempat yang selayak-layaknya bagi para pejuang-NYA ini. Sedangkan untuk umat islam di Gaza Palestina yang saat ini mengalami luka parah, mari kita bersama-sama mendoakan agar dapat diberikan kesembuhan oleh sang Khalik," terang Ketua Umum MUI Kabupaten Pelalawan, H Iswadi M Yazid LC didampingi Sekretaris H Azwar Zainal SAg pada media ini, Minggu (13/7/2014).

Iswadi mengatakan bahwa selain mengajak umat Islam mengirimkan doa bagi kesembuhan warga Pelestina di Gaza yang terluka parah serta doa bagi para pejuang Allah yang telah wafat, pihaknya juga mengajak agar umat Islam untuk dapat membacakan qunut nazilah. 

"Pasalnya, Qunut Nazilah adalah doa yang diucapkan untuk menolak kedhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta musibah yang disyariatkan dan amat disunnahkan dalam ajaran agama Islam. Sedangkan doa Qunut diucapkan pada setiap shalat fardhu, yaitu ketika i'tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir," ujar Iswadi yang juga merupakan Sekretaris Panwaslu Pelalawan.

Untuk itu, sambung Ketua Umum MUI, umat islam di Indonesia khususnya kabupaten Pelalawan, wajib meningkatkan solidaritasnya kepada bangsa Palestina yang kini menderita akibat agresi militer Israel yang sudah dil uar perikemanusiaan. "Hal ini tentunya dapat kita lakukan dengan mengirimkan doa untuk perjuangan rakyat Palestina agar bebas dari cengkeraman zionis. Serta melakukan pengumpulan bantuan baik berupa pangan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan rakyat di Gaza," tutupnya.

MUI Pelalawan Ingatkan Umat Islam Bayar Zakat Fitrah

Hasil gambar untuk zakat fitrahMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, mengingatkan umat Islam khususnya di Kabupaten Pelalawan untuk segera menunaikan pembayaran zakat fitrah yang merupakan kewajiban setiap muslim pada bulan Ramadan.

"Tak lama lagi hari raya Idul Fitri. Bahwa pelaksanaan puasa dapat dimaknai sebagai sarana melatih seseorang untuk berlaku jujur,"tutur Ketua Umum MUI Pelalawan, H Iswadi M Yazid, Rabu (23/7/2014).

Selain itu, disampaikanya puasa juga melatih kepekaan atas nasib sesama yang menderita kelaparan dan kehausan. Dengan demikian, maka ummat bisa memahami adanya perintah untuk mengeluarkan zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan yang hanya tinggal sepekan lagi.

"Secara fungsional dan simbolik perintah zakat fitrah merupakan refleksi bagi adanya sasaran sosial yang hendak diraih dalam berpuasa, yaitu sebuah komitmen moral dan keprihatinan sosial untuk memutus mata rantai pemisah antara si kaya dan si miskin,"katanya.

Iswadi juga mengatakan, bahwa zakat fitrah, satu-satunya zakat yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk menyucikan jiwa. Oleh karena itu, zakat fitrah tidak saja diwajibkan bagi mereka yang kaya, akan tetapi juga bagi mereka yang kurang berkecukupan.

"Meskipun orang itu miskin menurut kategori umum, namun ia tetap wajib membayar zakat fitrah bahkan ia pun berhak menerima zakat fitrah,"ujarnya.

Iswadi menambahkan, pihaknya menghimbau agar seluruh umat muslim dapat melakukan kewajibannya untuk melakukan pembayaran zakat fitrah sebelum jatuh tempo atau masa pembayarannya berakhir yakni sebelum shalat Id atau tepatnya setelah matahari terbenam akhir bulan Ramadan.

"Segera sama-sama kita tunaikan kewajiban ini agar pendistribusiannya dapat dilakukan dengan segera kepada yang berhak menerimanya. Sehingga kebahagian juga dapat dirasakan oleh para fakir miskin, yatim piatu, kaum dhuafa yang ikut merayakan hari hari raya Idul Fitri 1435 H / 2014 Masehi ini,"tandasnya.

MUI Pelalawan Minta Kolom Agama Jangan Di Hapus

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pelalawan, Riau, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah setempat menolak rencana Mendagri Tjahjo Kumolo untuk melakukan evaluasi pembuatan kartu tanda penduduk bersistem elektronik (e-KTP) dengan menghapus kolom identitas agama.

Seperti sepasang kekasih yang ingin menikah, kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pelalawan Drs Zulkifli SAg, maka ia harus melampirkan foto copy KTP. Dan jika tidak ada kolom agama dalam KTP tersebut, maka tentunya para KUA akan sulit menikahkan pasangan tersebut karena tidak diketahui apa agamanya. 

"Dalam Pancasila di sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, semua masyarakat Indonesia wajib memiliki salah satu agama resmi yang diakui di Indoensia. Jadi, seharusnya Pemerintah Pusat dalam hal ini Mendagri mengkaji lebih dalam lagi soal penghapusan kolom agam ini di KTP. Ini adalah masalah yang harus benar-benar dipikirkan matang-matang," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Pelalawan Iswadi M Yazid LC melalui Sekretaris MUI Azwar Zainal SAg. Dikatakan Azwar Zainal,” bahwa MUI Pelalawan menolak keras adanya rencana penghapusan kolam Agama pada E-KTP tersebut. Pasalnya, hal ini akan menimbulkan persoalan kerukunan umat beragama di Indonesia, seperti dapat menghambat proses pelaksanaan nikah, syarat haji, penerimaan pegawai, anak masuk sekolah, pembagian warisan, pemakaman dan hal lainnya, karena tidak jelas identitasnya”.

Selain itu, lanjutnya,” juga akan menyebabkan banyak terjadinya penistaan dan penodaan serta pelecehan agama. Padahal saat ini pemerintah pusat tengah menggiatkan karakter bangsa melalui agama, tapi kolom agama malah direncanakan akan dikosongkan”.

Bupati Pelalawan M Harris di dampingi Sekdakab Pelalawan Drs Tengku Mukhlis MSi ketika dikonfirmasi juga tidak menyetujui rencana tersebut. Pasalnya, kolom agama yang ada di e-KTP selama ini, untuk mengakomodasi identitas enam agama yang diakui negara yakni Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. 

Selain itu, katanya pengosongan kolom agama juga akan menyusahkan pelantikan pejabat. Pasalnya, prosesi itu tidak saja kontrak sosial dengan masyarakat yang dipimpin, tapi juga perjanjian pejabat dengan Tuhan.

"Selama ini penyumpahan dilakukan berdasarkan identitas yang tercantum dalam kolom KTP. Bila tidak didasarkan pada landasan dokumen yang jelas, maka tentunya dapat menghambat pengambilan sumpah para pejabat publik di Republik Indonesia khususnya kabupaten Pelalawan. Namun demikian, sebagai Kepala Daerah yang harus mematuhi pusat, mau tidak mau kebijakan ini harus juga dijalankan di Kabupaten Pelalawan. Tapi memang harus ada kajian matang terlebih dahulu untuk soal ini. Dan sebaiknya, kolom agama jangan dihapuskan karena itukan menentukan identitas seseorang dan diperlukan jika ada hal-hal terjadi pada orang tersebut," ujarnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MUI Pelalawan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger